Minggu, 15 Oktober 2023

Tolong Tanyakan Pada Tuhanmu

 




[13:04]

"SIAL!", batinku menggerutu. "Kenapa setelah lepas dari drama percintaan yang panjang itu, aku malah masuk ke dalam kisah tragis lainnya?" ucapku. Aku kira tahun 2023 akan menjadi tahun yang baik-baik saja, realitanya sama saja seperti tahun sebelumnya, tragis!, hanya beda varian saja. Dari masalah pekerjaan, kehidupan, percintaan... huh, semuanya sama saja!. Nampaknya cerita soal percintaan itu tidak akan pernah usai, entah kapan drama kehidupan ini akan mencapai final-nya?.

"Percintaan itu bikin pusing saja, kita hanya loncat dari satu drama ke drama lainnya... bangke memang". -Mr. Sat.

Ya!, mungkin kamu sudah bisa tebak arah dari tulisan ini?, kamu benar!, kisah jatuh cinta lagi!. Coba bayangkan setelah menyelesaikan 17 Series kemarin, sekarang aku terpaksa menuliskan kisah tentang seseorang yang jatuh cinta kepada perempuan umur 20-an akhir yang se-Amin, tapi tidak se-Iman. "Sulit bro", adalah komentar orang - orang yang aku tanyakan perihal ini, sisanya hanya menyemangati saja.

"Mari kita bedah cerita ini sedikit, kenapa aku bisa lagi dan lagi jatuh cinta kepada seseorang yang akhirnya hanya membuatku pusing saja".

Berawal dari aku yang mendapatkan sebuah kesempatan untuk bekerja disebuah perusahaan pada awal maret 2023. Sebut saja wanita ini dengan inisial NN. Dia adalah orang yang pada awalnya bertugas sebagai mentor dan interviewer. Saat melihat wajahnya via zoom meeting itu, langsung terucap dalam hatiku, "wah ini mah tipe gua banget". Chindo, wajah yang lucu, dan berkacamata seperti wibu, hehe. Jujur saat itu aku sempat salah fokus dengan wanita ini karena mengingatkanku pada mantanku yang sudah menikah itu, bukan berarti belum move-on ya, tapi memang fitur wajah mbak NN ini sangat masuk tipe yang aku idamkan. 

Long-story-short, mulailah hari pertamaku di perusahaan, dan coba tebak?, ya, yang menjadi mentor awalku jelas dia. Hubungan awal kami hanya senior-junior biasa, dan gumaman tentang dia sebagai tipeku juga hanya sebatas dalam hati saja. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, aku sering bertukar pesan dengan dia, berawal dari pertanyaan template seputar kerjaan, sampai aku berani untuk membuka obrolan diluar hal kantor. Masih teringat dalam benakku bahwa pertama kali aku berani untuk mengobrol diluar hal kerjaan adalah saat aku mengirimkan sebuah foto GPS Maps dekat rumah dia, karena kebetulaan saat itu ada acara yang dekat dengan rumahnya, dan aku juga mulai berani sedikit melempar candaan dan godaan hahaha, walaupun hanya sedikit.

Sampailah pada suatu momen dimana aku dan kawanku nongkrong dengan atasan kami sehabis pulang bermain billiard, di depan teras hotel itu, entah apa yang terpikir oleh para atasan kami, tiba-tiba mereka menjadi "mak comblang" dan menjodohkan aku dan NN. Salah satu atasan kami sebut saja D mengatakan "kamu cocok loh sama NN ini, kalau kamu mau aku restui kok hahaha" lalu atasan kami yang bernama A mengatakan "lah iya ya, kebetulan juga tuh dia habis putus dengan pacarnya". Jelas sebagai seorang pria, ada sepercik api yang memantik di dalam dada, selain karena memang aku sudah suka duluan, ditambah mereka pun "merestui" itu. Dimulailah dari hari itu dan seterusnya, aku mencoba lebih intens untuk dekat dengan dia.

Setelah beberapa bulan, kami hampir tiap hari bertukar pesan dan menjadi dekat di kantor, dan kami pun pernah pergi ke sebuah pemandian air panas bersama teman kantor yang lain. Momen ini adalah puncak dimana aku menjadi semakin jatuh cinta kepada dia. Aku masih ingat saat mereka mengadakan sesi Truth-or-Dare di pinggir kolam itu. Temanku menanyakan pertanyaan kepada NN, "tipe cowok kamu kaya gimana sih?", dan yang membuatku terkejut adalah jawaban dia "seolah" merujuk kepadaku. Oke, mungkin cuma aku yang kepedeaan, tapi aku masih ingat jawaban dia itu ada pada diriku. "Aku suka cowok yang hobi jajan, bisa main musik, dewasa, gak terlalu kurus, bla,bla,bla...." sampai membuatku jadi malu sendiri mendengarnya.

"Tapi bang, kalau memang segitunya, kok malah berhenti ngejar sih?". 

Ya, disinilah akan aku ceritakan apa yang membuatku berhenti dan memendam semuanya.

Hari itu, salah satu sahabatku dikantor mengirimkan sebuah video dimana mbak NN dan sahabatku ini menyanyikan sebuah lagu, lagunya tidak terlalu spesial, biasa saja, tapi arti dari lagu itu sangat mendalam, lagu dari penyanyi kondang, Rossa, yang berjudul Terlalu Cinta. "Tuhan, maafkan diri ini, yang tak pernah bisa menjauh dari angan tentangnya~", serta dibubuhi sebuah caption "biar gamon" dan dilanjutkan dengan "Yuk bisa yuk udahan yuukk". Setalah itu aku juga tau dari temanku yang lain bahwa dia berangkat ke kantor dengan mantannya, ya dengan alasan ini dan itu.

Jujur, aku sempat bingung, apakah selama ini, memang aku saja yang ada rasa?, atau... atau..., ah bajingan... Aku mulai menarik diri dan memendam saja perasaan itu, aku masih tetap menjadi orang yang sama kepada dia, tapi perasaanku saja yang aku bunuh dan kubur dalam-dalam. Aku merupakan orang yang sulit jatuh cinta, dan sekalinya aku jatuh cinta, selalu saja seperti ini, am i not deserved to be loved?, i don't want to ask you again, God.

Sampai saat tulisan ini dibuat, aku hanya bisa memendam semuanya, biarlah saja dimakan waktu, biarkan tulisan ini menjadi kuburan waktu bahwa aku pernah sekali mencintaimu. Sampai tulisan ini dibuat, dan mungkin sampai aku siap untuk merasa jatuh cinta lagi kepada siapapun itu di masa depan, aku selalu tak kuasa menahan rasa saat melihat wajahmu itu. Mungkin saat kita bertemu lagi kedepannya, aku sudah tak lagi mencintaimu, atau juga masih ada sisa rasaku yang tetap meronta untuk keluar saat melihat wajahmu, entalah... 

Kadang aku sempat menanyakan pada Tuhan, apakah memang se-tragis ini kisah percintaanku?, apakah tak ada jalanan berasapal dengan pohon - pohon rindang dan lampu sayup? dimana di ujung jalannya adalah kota yang hingar bingar?, dibandingkan jalan berbatu, panas yang terik dan apa yang menunggu di ujung jalan tersebut adalah tembok yang sangat tinggi?. Bukannya aku tidak berani untuk maju dan melangkah, aku... hanya kasihan, kepada diriku sendiri, dan kepada kamu. Aku sudah tahu... apa yang menunggu kita di penghujung jalan sana, memang apa sih yang aku harapkan?, keajaiban seperti di film-film Disney?. Hah, keajaiban tidak pernah datang ke kehidupanku selama ini, itu hanya mitos saja.

Aku harap dia tidak pernah menemukan tulisan ini, wanita dengan inisial NN. Doaku, aku harap kamu bahagia, aku tahu kamu masih berputar-putar dengan masa lalumu itu (saat tulisan ini dibuat, tetapi semoga di masa depan sana, kamu sudah mendapatkan orang baik di sisi mu), saranku, tolong selesaikan secepatnya ya. Terus jangan sampai terlambat untuk makan, soalnya makan kamu lambat banget, apalagi kalau diajak ngobrol. Please, jangan deh jadi orang bego haha, yang menghemat uang demi sesuatu yang ujung - ujungnya bikin kamu menderita juga. Oh iya, kamu belajar juga untuk bersosialiasi lebih luas lagi ya, supaya gak kaku sama orang, khususnya cowok, dan yang terpenting, setelah semuanya selesai, tolong jangan tutup hatimu ya, untuk siapapun itu di masa depan.

Tapi, jika kamu yang aku maksud membaca tulisan ini, selamat ya!, hmm, mungkin saja aku masih mencintaimu, atau bisa saja tidak, yang pasti, 

"Tolong Tanyakan Pada Tuhanmu", apakah bisa?, aku dan engkau, menjadi kita?.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages