Minggu, 27 Januari 2019

penghambaan - 1.1




[05:23]

That day, is the day that i hope never comes, dada pengap, otak sakit, mata berat, badan melayang. Hari yang seperti biasa, bersua dengan kawan - kawan, tertawa seperti biasa, mata kuliah seperti biasa. "Ah sudah jam 12:45", sontak beranjak dari bangku tongkrongan depan Masjid kampus, mungkin baru 10 meter berjalan, aku bertemu kawan satu kelas, "mau kemana kawan?" sapa ku, 
"ke DKM kawan", sontak aku bertanya - tanya, "napa lu kaga masuk?" dia menjawab sambil berjalan masuk, "lagi males kawan, ayo gua cabut ya", timbalnya. 

Dalam hati, ku bertanya - tanya, ada apa ini ? tak seperti biasanya, terbesit sekelibat candaan dalam fikiranku, yang mungkin jika aku tahu, lebih baik tak usah ku lontarkan waktu itu, 
"masa males sih, kan ada doi tuh, haha" dimana aku tahu, kawanku dan aku, saling suka pada satu perempuan yang sama, tapi sepertinya dia tidak tahu kalau aku juga suka. 
Tak kusangka, jawaban kawanku, membuat hari yang biasa waktu itu, menjadi hari terburuk dalam hidupku, "gausah diingetin lagi kawan, dia udah bahagia sama pacarnya" , penyesalan tiba - tiba datang, hah maksudnya, orang yang selama ini ku cari, bersama orang lain? 

Aku Pergi, bukan ke kelas, aku pergi dari kampus ku, pergi ke arah lembang, ku pacu motorku se kencang - kencangnya, aku sampai di daerah punclut, mungkin orang orang mengenal tempat itu sebagai "payung teduh" cuaca yang mendung, hati yang murung. Tuhan mengapa kau berikan rasa cinta ini, jika memang dia bukanlah untukku ? siapa yang ku persalahkan ?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages